Senin, 20 Februari 2017

On 13.22 by Unknown in     No comments

19 februari 2017, Derasnya Rintik hujan tak menyurutkan niat kami untuk belajar... kegiatan pengembangan skill anggota muda mapala stacia kali ini diwarnai oleh kegiatan baru sebelum turun ke lapangan, yaitu river tubing. Terang saja, kegiatan river tubing ini memang menjadi kegiatan wisata yang terbilang baru di sungai. Biasanya kita melakukan wisata arung jeram menggunakan perahu, pada kegiatan kali ini kami melakukannya dengan menggunakan ban dalam mobil yg sudah di sesuaikan sedemikian rupa untuk kebutuhan kegiatan river tubing ini. River tubing kali ini kami lakukan di sungai cikalumpang, padarincang, serang banten. Sebanyak 16 peserta 3 mentor 2 instruktur dan 5 pendamping merasakan serunya kegiatan river tubing ini... standard keamanan pun sudah diberikan pada kegiatan kali ini, dan juga disesuaikan dengan tipe sungai nya. Karena tidak semua sungai bisa untuk melakukana kegiatan river tubing ini... banyaknya manfaat yg bisa kami dapat ini akan menjadi guru yg sangat berharga dikemudian hari.. karena bagi kami semua orang adalah guru dan semua tempat adalah kelas. ojanred/
KABID III HUMAS MAPALA STACIA

Minggu, 12 Februari 2017

On 13.35 by Unknown in     No comments

Hari ini SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, mengirim tim operasi SAR ke Kec. Sukaresmi. Kab. Pandeglang. Banten.
Bencana alam yg terjadi, banjir dan longsor.

Tim akan beroperasi mulai 12 hingga 18 feb 2016.
Akan diperpanjang bila diperlukan.

Tim operasi berasal dari Mapala Stacia Univ. Muh. Jakarta, dan Mahesa Univ. Muh. Tangerang.

Mapala lain akan menyusul sesuai kebutuhan dan situasi yg terjadi di lapangan.

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia merupakan elemen Muhammadiyah pertama yg berangkat ke lokasi bencana.

Ini seuai dg visinya sebagai, _"Garda depan Muhammadiyah, agar Muhammadiyah senantiasa hadir secepatnya untuk memberikan solusi di setiap masalah kemanusiaan di tanah air"_.
(Ahyar / Sekjen)
Dengan demikian, kondisi cuaca yg tidak menentu mengakibatkan banyaknya bencana yg terjadi di beberapa daerah di indonesia. Hal ini yg menjadikan kami mapala stacia UMJ untuk bersiap dan bergerak di saat dibutuhkan untuk terjun membantu urusan kemanusiaan. Cicih handika dan windy marwati sebagai tim aju pertama yg berangkat menuju lokasi bencana diharapkan bisa melakukan assesment yg bertujuan memberikan kemudahan alur bantuan bencana dan info terkini terkait bencana yang terjadi di pandeglang.

KABID III HUMAS MAPALA STACIA UMJ. (ojanred)

Sabtu, 28 Januari 2017

On 18.40 by Unknown     No comments

LMOPA(Latihan Manajemen Organisasi Pecinta Alam)

Latihan Manajemen Organisasi Pecinta Alam (LMOPA) adalah kegiatan rutin mapala stacia dalam hal pengembangan keilmuan
Ĺatihan ini memberikan beberapa materi..
Di situ akan mengulas semua yang akan di kerjakan waktu pengambilan nomor NRA untuk menjadi anggota penuh.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini seputar keorganisasian, paradigma pecinta alam,etika berorganisasi,hukum lingkungan,public speaking,teknik loby,teknik pembuatan proposal 'teknik sidang' .metode yang digunakan dalam penyampaian materi adalah dengan partisipatori, ceramah, dan tanya jawab. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah anggota aktif dan prioritas kan untuk angota muda mapala stacia 2017/18

Sabtu, 21 Januari 2017

On 14.47 by Unknown in     No comments

Latihan Manajemen Organisasi Pecinta Alam (LMOPA) adalah kegiatan rutin mapala stacia dalam hal pengembangan keilmuan sumber daya manusia di bidang kepecintaalaman dan keorganisasian, kegiatan rutin yang di gagas oleh Kabid II Mapala STACIA untuk melaksanakan kegiatan LMOPA dan diberikan kepada peserta yg baru selesai menjalani pendidikan dasar lapangan selama satu minggu... selanjutnya materi LMOPA diberikan selama 2 hari 1 malam dengan berbagai macam materi keilmuan dari mulai materi :
1.paradigma pecinta alam
2. Etika berorganisasi
3. Hukum lingkungan
4. Public speaking
5.teknik lobby
6. Teknik pembuatan proposal
7.tekhnik sidang
8. Kesekretarian
Harapannya dari kegiatan LMOPA ini adalah bisa menciptakan anggota yang berdedikasi terhadap lembaga dan loyalitaa terhadap apa yg menjadi tanggung jawabnya dalam proses berorganisasi.
Dan tidak luput pula setiap anggota mapala stacia bisa menjadi sosok panutan di lingkungannya masing - masing pada saat terjun ke masyarakat.
Semoga kegiatan LMOPA yang akan dilaksanakan tanggal 28-29 Januari 2017 ini bisa berlangsung dengan lancar dan sukses...
Salam kompak Kabid III Humas Mapala STACIA

Jumat, 06 Januari 2017

On 14.25 by Unknown     No comments

Rabu, 28 Desember 2016

On 20.24 by Unknown in     No comments

Dewasa kini, peran pemuda dalam dunia usaha di indonesia perlahan-lahan mulai meluas dan membuat pemuda semakin mandiri... pekerjaan di bidang wirausaha sangat membutuhkan ide kreatif dan jiwa yg semangat. Pemuda masa kini adalah pemimpin dimasa yg akan datang, dan juga waktu terbaik dalam memulai dunia usaha yaitu sedini mugkin agar pengalaman yg didapat bisa lebih banyak sehingga menjadikan usaha menjadi lebih mandiri. Keinginan beberapa pemuda dari kampus umj pun tidak ketinggalan dengan memulai dunia usaha dari coffe shop dengan konsep open art dimana konsep art ini bertujuan agar memberi kesan yg tidak eksklusif selalu di dalam ruangan.. selain itu pun sajian kopi daerah yg berasal dari arabika(gayo lues dan temanggung) untuk sementara ini. Adapun sajian camilan nya ada kue cubit,singkong keju dan aneka roti panggang. Adapun varian harga kopi dimulai dari 7000rb - 15000rb. Banyak juga macam cara sajian kopi yg di sajikan ada vietnam drip, V60, Shypon, Mokapot, FrenPress dll. Bagia kalian yg ingin mampir silahkan datang ke tempat kopi wajah pribumi yg terletak di masuk kampus umj turunan sebelah kiri. Got stress go japri coffe

On 18.20 by Unknown in     No comments

Edy supongo dan dower suwindro

On 13.09 by Unknown in     No comments

28 Desember 2016, Volunteer gathering day kali ini berlokasi di taman dadap merah ,jakarta selatan. Kegiatan ini di isi oleh kegiatan pengamatan burung perkotaan dan juga sekaligus silaturahmi antar pengamat burung dan pecinta kelestarian alam. kegiatan yg diinisiasi oleh bang ahmad bayhaqi dari unas dan bekerjasama dengan biodiversity warrior,bio bird club dan transformasi hijau ini merupakan kegiatan rutin selama 2 bulan sekali. Selain itu sekaligus menjelang tahun baru 2017. Cebong dan catherine yg merupakan pendamping dari mapala stacia di bidang konservasi ditemani dengan kabid II Litbang fajar bayonet yunior mengatakan sangat senang dan sangat mendidik karena hanya dengan rentang waktu 4 jam di mulai jam 08.00-12.00 tim sudah mendapatkan burung emprit, cucak kutilang, raja udang meninting, cabai jawa, bondol peking, cipoh kacat dan masih banyak lagi. Harapan besar dari kegiatan ini adalah lebih banyak lagi para volunteer yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan...
Selain itu juga burung yg berada di daerah perkotaan menjadi indikator lingkungan yang masih lestari.

Sabtu, 24 Desember 2016

On 14.13 by Unknown     No comments
Basic training stacia 2016

Kamis, 18 Agustus 2016

On 11.35 by Unknown     No comments
Kegiatan pengkaderan sangat penting dalam prosesi kehidupan dalam berlembaga, karena dengan begitu kelembagaan akan hidup dan berjalan sesuai dengan yg diharapkan. pembinaan kader konservasi yg di inisiasi oleh balai konservasi DKI Jakarta Dilaksanakan di Eco Edu Tourism Park Bogor ini bertujuan untuk mengaktualisasikan para kader, yg nanti diharapkan bisa melakukan kegiatan kegiatan yg berkaitan dengan kelestarian... Selain itupun inovasi inovasi baru sangat dibutuhkan terhadap kegiatan konservasi dari mulai tumbuhan dan juga hewan. Kegiatan konservasi ini tidak hanya cukup jika dilakukan oleh instansi pemerintah saja.. Butuh banyak dukungan dari para kader2 yg ada untuk mendukung kegiatan atau kinerja pemerintah. Kegiatan yg dilaksanakan selama 2 hari satu malam yaitu pada tanggal 18-19 Agustus ini, memberikan banyak sekali hal yg bermanfaat dari pemateri pemateri yg nantinya akan memberi motivasi agar kegiatan pembinaan kader konservasi ini lebih menarik. Melalui kepala balai KSDA Prov.DKI Jakarta yg menjadi pembuka dalam kegiatan pembinaan kali ini menyampaikan "Untuk ke depan para kader diharapkan bisa mengaktualisasikan diri yg tentunya menyangkut kelestarian alam dan mudah2an nantinya hal ini bisa menjadi penghargaan yg akan diterima karena harapannya bisa memberikan pencerahan dan motivasi bagi orang banyak dalam hal konservasi.

Rabu, 13 Juli 2016

On 01.57 by Unknown     No comments
SALAM LESTARI!!! dan SALAM KONSERVASI!!!




Untuk meningkatkan motivasi dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan kehutanan, Kementerian Kehutanan memberikan penghargaan kepada masyarakat dan aparat Pemerintah yang telah berprestasi dalam pembangunan kehutanan melalui penyelenggaraan Lomba Wana Lestari. Lomba Wana Lestari dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, dan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional.
akhirnya, pada hari selasa, 12 Juli 2016 diadakan penilaian oleh tim pusat di tingkat Nasional untuk program Apresiasi Wana Lestari yang diadakan oleh kementrian kehutanan dan Lingkungan hidup. kegiatan penilaian yang meliputi Kader Konservasi oleh saudara Ahmad Bayhaqi dan Kategori Kelompok Pecinta Alam diikuti oleh Mapala STACIA Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dalam hal ini di wakili oleh Saudara Fauzan Sebagai Pembawa Materi yang setelah sebelumnya sudah lolos di tingkat provinsi  dan sekarang mewakili Provinsi DKI Jakarta maju sebagai perwakilan di tingkat Nasional.  adapun materi utama yang di bawakan oleh kader konservasi saudara bayhaqi yaitu mengenai konservasi burung perkotaan yang menjadi sangat penting dilestarikan keberadaannya karena banyaknya manfaat keberadaan burung di lingkungan sekitar. selain itu Mapala STACIA pun memiliki bidang fokus mengenai pelestarian tanaman obat yang saat ini sudah mulai langka keberadaannya dan juga melalui ekspedisi biota medika yang dilaksanakan di taman nasional bukit dua belas JAMBI agar bsia merubah mindset para pelaku kelompok pecinta alam agar tidak hanya melulu berfokus pada kegiatan adventure. semoga atas hasil yang sudah diperoleh agar bisa menjadi inspirasi bagi semua kalangan dan khususnya bagi kami sebagai kelompok pecinta alam agar bisa lebih fokus lagi dalam bidang pelestarian lingkungan. tidak hanya menikmati tapi juga melestarikan keberadaannya... selalu teringat kutipan semangat mars stacia di dalam benak kami "rubahlah penghalang menjadi peluang, bersama menyongsong masa depan"...

KABID III HUMAS MAPALA STACIA.

Senin, 06 Juni 2016

On 16.35 by Unknown     No comments















Gambar . Sepah Kecil (Pericrocotus Cinnamomeus)
     keberadaan kampus dan lingkungan sekitarnya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangatlah penting untuk menunjang kebutuhan manusia dan satwa liar. suasana lingkungan lebih asri dan bisa terlihat lebih teduh juga nyaman dikarenakan banyak rerimbunan pohon yang hijau menjadi tempat yang nyaman bagi manusia dan satwa liar yang berada di sekitarnya. selain itu, keberadaan burung dan satwa liar di RTH sekitar kampus dapat menjadi sarana pembelajaran. oleh sebab itu, pern kampus sebagai tempat menimba ilmu seharusnya mampu membangun suasana pendidikanyang mampu bersinergi dengan alam sekitar.
    
     selain itu pula keberadaan dan keberagaman burung bisa menjadi indikator lingkungan yang asri, contoh nya saja salah satunya adalah burung sepah kecil yang menjadi indikator lingkungan tersebut masih bebas polusi jika masih kita temukan burung sepah kecil di sekitar lingkungan kita. itu disebabkan karena, Burung sepah kecil biasa beraktifitas pada hutan dataran rendah hingga ketinggian 1000 mdpl. Dapat ditemukan pada hutan primer, hutan sekunder, maupun sekitar perumahan yang masih asri dan banyak ditemukan pohon. Keberadaan sepah kecil di suatu lingkungan dapat menjadi indikator pencemaran udara di tempat tersebut. Sepah kecil sangat sensitif dengan perubahan lingkungan, perubahan sedikit saja dapat menyebabkannya pindah ke tempat lain. Karena menyukai lingkungan yang banyak pohon dan belum tercemar polusi udara, keberadaan burung ini dapat dijadikan indikator kebersihan lingkungan sekitar kita.

    Burung sepah menyukai lingkungan yang baik karena banyak terdapat serangga sebagai makanan mereka. Daun pepohonan yang hijau dan bersih dari debu asap akan menjadi makanan serangga yang menjadi buruan burung sepah. Selain itu, kemungkinan burung ini juga mendetaksi keadaan lingkungan dari indra penciumannya. Burung mewarisi indra penciuman tajam dari dinosaurus yang mampu mendetaksi sinyal-sinyal kimia di udara. Kemampuan penciuman yang tajam ini dibuktikan dengan berkembang baiknya olfactory bulb, yaitu bagian otak yang berfungsi dalam penciuman.
On 14.19 by Unknown     No comments


sebuah kebanggaan dibalik kesederhanaan, itulah yang bisa kami sampaikan mengenai launching nya kegiatan poster ini. kegiatan pengamatan yang dilakukan sekitar 3 bulan lamanya tidak membuat kami lemah, namun menjadikan kami tambah semangat. karena dengan begitu skrg kampus universitas muhammadiyah Jakarta telah memiliki data mengenai keberadaan burung yang menjadi indikator lestari nya dan asri nya lingkungan. dan menghasilkan bahwa UMJ masih cukup asri dari segi lingkungannya dengan berbagai macam keberadaan bruungnya... harapan kami dari kegiatan ini banyak lagi hal hal yang bisa dilakukan para pemuda untuk menjadi pecinta alam berikut sebagai ilmuwan yang berwawasn lingkungan. tidak lupa juga banyak sekali dukungan dan pendampingan yang dilakukan oleh teman teman UNAS kamis ucapkan terima kasih dan semoga kita tetap lancar dan sukses selalu dalam hal pelestarian.

Jumat, 13 Mei 2016

On 01.54 by Unknown     No comments


SANS atau STACIA ART AND SPORT adalah sebuah kegiatan yang di gagas oleh Mapala STACIA Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menggabungkan antara apresiasi sebuah seni dan olahraga yang sudah berjalan sebanyak kali ke 4 yang di mulai pada tahun 2007,2010,2015 dan tahun ini 2016 adalah rangkaian yang lebih besar daripada sebelumnya.. kenapa? karena dalam hal kegiatannya, terdapat beberapa rangkaian yang menjadi sebuah tema dalam GEBYAR STACIA 2016 MENUJU PERAK. dimulai dari kegiatan sosial yaitu donor darah dan juga penanaman 1000 mangrove yang telah terlaksana dengan rangkaian terbesar adalah kejuaraan panjat dinding nasional yang melibatkan hampir seluruh provinsi yang ada di indonesia...
puncak acara SANS adalah di tanggal 26 - 28 Mei 2016 yang melibatkan kalangan pelajar,mapala, dan juga umum yang tersebar di seluruh INDONESIA. meskipun kejuaraan kali ini tingkat nasional, namun ada syarat khusus yang memang perlu diperhatikan. yaitu bagi para atlet yang pernah mengikuti kejuaraan panjat dinding di tingkat PON ataupun PRA PON tidak diperkenankan untuk mengikuti dikarenakan untuk menumbuhkan semangat semangat atlet muda yang baru dan memulai karir di bidang panjat dinding.
oke guys gak perlu berlama lama dan panjang.. bagi kalian yang ingin mendapatkan formulir untuk berpartisipasi dalam kejuaran panjat dinding nasional bisa mengunduh berkas nya pada link di bawah ini... oke kami tunggu kedatangan kalian semua dalam kegiatan kejuaraan MAPALA STACIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA..


Jumat, 06 Mei 2016

On 23.58 by Unknown     No comments

Tanggerang, Jum'at (6/5) Acara Penanaman 1000 Pohon Mangrove yang diadakan pada hari Sabtu (09/04/16) di Desa Tanjug Burung, Kec. Teluk Naga, Kab. Tanggerang, Banten berlangsung ramai.
Acara ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan SAN'S (Stacia Art N' Sport)

Puluhan peserta hadir untuk meramaikan acara ini, mereka ingin merasakan bagaimana rasanya menanam pohon mangrove (bakau) langsung di pesisir pantainya.
Peserta yang hadir tak hanya dari kalangan Mapala saja, tetapi banyak juga peserta dari Sispala, Pramuka, dan beberapa dari kalangan umum.

Setibanya peserta dilokasi, mereka berkumpul di aula  untuk mendapatkan materi dan beberapa arahan dari para pemateri sebelum terjun untuk penanaman. Seperti materi tentang peran pemuda dalam pelestarian alam dan konservasi yang di sampaikan oleh Fadlik Al iman, dan materi tentang kondisi dan keadaan di lokasi oleh pak pak Guntur

Pada umumnya banyak dari mereka yang bilang bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka menanam pohon mangrove dengan cara yang unik. Kenapa ?

Karena untuk menuju ke lokasi mereka harus menaiki kapal dialiran Sungai Cisadane kurang lebih selama 20-30 menit. Dan ini yang membuat berbeda, yaitu lokasi penanaman pohon mangrove yang berlumpur lunak ketika di injak yang kedalamannya hampir se-pinggang orang dewasa, dan membuat peserta sedikit kesulitan ketika berjalan.







Namun hal inilah yang mewarnai acara Penanaman 1000 Pohon Mangrove, semua peseta sangat menikmati acara demi acara yang di laksanakan.

"Pecinta alam itu ga selalu tentang naik gunung, caving, rafting, dan kegiatan lainnya yang memacu adrenalin, kami ingin mengajak semua peserta untuk mengenalkan pentingnya pohon mangrove bagi kehidupan, karena adanya pohon mangrove bisa menghindari terjadinya abrasi. Dan kegiatan ini adalah salah satu cara untuk 'mencintai alam' sebenarnya" ujar Andriyansyah, ketua pelaksana kegiatan Penanaman 1000 Pohon Mangrove

Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini membuat kita semua sadar dan paham akan keadaan sekitar, sehingga dapat mengantisipasi dan mengurangi tingkat bencana alam yang mungkin terjadi.

Salam Lestari !!


Kontributor : ^^ Dongi vv

Rabu, 04 Mei 2016

On 20.34 by Unknown     No comments

Rabu, 23 September 2015

On 02.26 by Unknown in     No comments
    Pada dasarnya birdwatching(pengamatan burung) adalah mengamati burung ditempat tertentu dan tujuan tertentu yang biasa dilakukan oleh penggiat alam bebas maupun pecinta lingkungan.
       Kegiatan pelatihan yang dilakukan setiap hari sabtu dari pagi sampai sore yang biasanya dijadwalkan pagi jam 07:00-10:00 pengamatan, yang langsung dilanjut dengan evaluasi hasil pengamatan pagi.kenapa kita pengamatan dari pegi yampe sore tapi dibatesi dengan waktu sampai jam 10:00 karena kehidupan burung juga hampir sama dengan manusia yang ketika pagi hari mencari makan dan siang siburung butuh istirahat.dan ketika sore pun kegiatan sama yaitu mulai dari jam 15:00 sampai jam 17:30 pengamatan lanjut dengan evaluasi keseluruahan hasil pengamatan dari pagi sampai sore.

    (pengamatan sesi pertama)
  
 Kegiatan yang dilakukan oleh mapala stacia(UMJ),BBC(biologi birdwartcher club)UNAS,biodiversiti warriors(UNAS) dan biologi UIN.

      Tujuan dari kegiatan ini untuk inventarisasi data burung dilingkungn Universitas Muhammadiyah Jakarta guna persiapan penelitian burung yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-11oktober 2015 menarik minat bakat mahasiswa supaya lebih peduli dengan lingkungan dan alam sekitar kita yang mungkin belum kita ketahui.dayak 

STACIA...STACIA...STACIA...



 
On 01.35 by Unknown     No comments
"jayalah oh stacia ku tegarlah oh staciaku berjuang kita maju kedepan 
        hadapilah semua dengan kebersamaan bersama menyongsong masa depan"

        Potongan lirik mars stacia yang  selalu dinyanyikan disetiap upacara kegiatan dan selalu menjadi pedoman bagi seluruh anggota Mapala Stacia. 
tepat pada tanggal 21 september 2015 upacara pembukaan basic training stacia atau yang biasa kami singkat dengan BATAS telah resmi dibuka, menjadi awal permulaan bagi setiap calon anggota mapala stacia yang akan melalui proses untuk menjadi anggota biasa mapala stacia.

    Antusiasme dari mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan organisasi sebenarnya kurang maksimal, namun dalam hal ini tidak menyurutkan semangat mapala stacia untuk terus mencetak generasi-generasi muda yang berkarakter peduli terhadap lingkungan. dari sekian ribu mahasiswa baru yang mendaftar di Universitas Muhammadiyah Jakarta terdata ada 70 orang yang mendaftar di mapala stacia,dan yang melakukan registrasi ulang ada sekitar 50 orang hingga pada acara pembukaan yang mengikuti ada sekitar 25 orang tehitung sejak tanggal pembukaan dari tanggal 7-21 september 2015.

      Dengan jumlah yang terhitung sedikit mapala stacia akan selalu berusaha memberikan yang terbaik,upacara pembukaan yang dihadiri oleh rektor dan dalam hal ini diwakili oleh bidang kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Jakarta.



Selasa, 25 Agustus 2015

On 17.49 by Unknown in     1 comment




Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yg mengemukakan tentang konsep konservasi. Konservasi dalam pengertian sekarang, sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource (pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana).


Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan.

Menurut UU No. 4 Thn 1982, konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin kesinambungan untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.


Ada 3 hal utama yang ada dalam konservasi berdasarkan UU No. 5 tahun 1990 yaitu: 1) Perlindungan proses-proses ekologis yang penting atau pokok dalam sistem-sistem penyangga kehidupan, 2) Pengawetan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah,3) Pemanfaatan sumberdaya alam hayati secara lestari beserta ekosistemnya.
Perlindungan proses-proses ekologis yang penting atau pokok dalam sistem-sistem penyangga kehidupan

Di dalam lingkungan pasti terjadi yang dinamakan proses ekologis. Proses ekologis adalah peristiwa saling mempengaruhi antara segenap unsur pembentuk lingkungan hidup (Dewobroto, 1995). Di dalam ekosistem yang rusak dan teregradasi diperlukan sesegera mungkin upaya pemulihan spesies maupun komunitas yang pernah menghuni ekosistem tersebut. Pemulihan ekosistem yang rusak berpotensi besar untuk memperkuat sisem kawasan konservasi yang ada selama ini. Pemulihan ekologi (ecological restoration) merupakan praktik perbaikan yang dapat didefinisikan sebagai proses yang secara sengaja mengubah suatu lokasi untuk membentuk kembali suatu ekosistem tertentu yang bersifat asli dan bernilai sejarah (Indrawan, 2007).

Keberadaan biota dan abiota dalam ekosistem semuanya dipelajari dalam ekologi (Soerjani, 2009). Kesejahteraan manusia dikaitkan dengan kesejahteraan makhluk hidup lain, karena keberadaan bersama semua jenis makhluk hidup dalam ekosistem akan saling mempengaruhi satu terhadap yang lain. Jadi fungsi, tugas dan tanggung jawab asasi manusia adalah sebagai Kholifah di bumi yang dibebani dgn kewajiban dalam mengembangkan sikap dan perilakunya bagi kelangsungan peri kehidupan menuju peningkatan kesejahteraan anusia dan makhluk hidup lainnya(Soerjani, 2009).

Proses ekologi dihrapkan dapat berlangsung sinambung beserta sistem penyangga kehidupan lainnya, meskipun kawasan tersebut didayagunakan. Agar harapan ideal itu bisa terwujud maka diperlukan berbagai informasi ilmiah tentang informasi ilmiah yang akurat, baik tentang proses-proses ekologi di kawasan hutan, sungai, laut, pesisir, maupun kawasan yang telah dibudidayakan (Supriyatna, 2008).

Pengawetan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah

Perlindungan terhadap keaneragaman hayati adalah pusat dari biologi konservasi tetapi frase “keanekaragaman hayati” (atau secara singkat biodifersitas) dapat mempunyai arti yang berbeda. World Wildlife Fund mendefisikannya sebagai “jutaan tumbuhan hewan dan mikroorganisme termasuk gen yang mereka miliki, serta ekosistem rumit yang mereka bantu menjadi lingkungan hidup” (Indrawan, 2007). Keaneragaman hayati dapat digolongkan menjadi tiga tingkat (Indrawan, 2007):

Keanekaragaman spesies.

Semua spesies di bumi, termasuk bakteri dan protista serta spesies dan kingdom bersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan, yang bersel banyak atau “multiseluler”).

Keanekaragaman genetik.

Variasi genetik dalam satu spesies, baik di antara populasi-populasi yang terpisah secara geografis, maupun di antara individu-individudalam satu populasi.

Keanekaragaman komunitas.

Komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik (“ekosistem”) masing-masing.

Sedangkan Wilson membagi keanekaragaman ini ke dalam 3 jenis yaitu (Supriyatna, 2008):

Keanekaragaman ekosistem

Secara definitif ekosistem diartikan sebagai satuan sistem kehidupan yang tersusun dari (dan merupakan) interaksi antara komponen hayati (tumbuhan, hewan dan mikroba) dan komponen fisik nir-hayati (iklim, tanah, air, cahaya, suhu dan ketinggian di atas laut). Tidak kurang dari 47 tipe ekosistem yang berbeda, baik yang alami maupun yang buatan yang terdapat di Indonesia mulai dari tipe ekosistem gunung es dan padang rumput alpine di wilayah pegunungan Irian Jaya, ekosistem hutan, ekosistem lautan dan masih banyak lagi.

Keanekaragaman jenis

Dalam hal keanekaragaman jenis mencakup kekayaan hayati tumbuhan, hewan dan mikroba. Di Indonesia yang merupakan megabiodeversity memiliki keanekaragaman jenis yang luar bisaa jumlahnya. Secara alami, berbagai jenis tumbuhan seperti anggrek, puspa jambu air, matoa, dan pisang memiliki individu-individu spesies dengan sifat yang sangat beragam. Keanekaragaman pada tanaman budi daya juga terlihat sangat beragam. Kisaran keanekaragaman dalam tanaman jenis budi daya dan kerabat liarnya itu merupakan bahan mentah perakitan bibit unggul, yang dikenal sebagai plasma nutfah.

Keanekaragaman di dalam jenis (keanekaragaman genetik)

Pada tingkat keanekaragaman di dalam jenis, penyusutan juga terjadi walaupun sulit untuk diamati pada populasi alami. Tetapi pada jenis-jenis budi daya, berkurangnya keanekaragaman di tingkat ini relative jelas terlihat. Pemakaian bibit unggul secara besar-besaran menyebabkan terdesaknya dan mulai menghilangnya bibit tradisional yang secara turun temurun telah dikembangkan oleh petani lokal.

Dalam keanekaragaman hayati ini dikenal yang namanya plasma nutfah. Plasma nutfah adalah bahan sumber yang mengatur kebakaan turun temurun yang diteruskan dari tetua kepada keturunannya melalui gamet yang merupakan substansi yang terdapat dalam setiap kelompok makhluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit atau untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru; termasuk dalam kelompok ini adalah kultivar masa kini atau lampau kultivar primitive, henis yag sudah dimanfaatkan tetapi belum dibudidayakan dan jenis liar, kerabat jenis budi daya atau jenis piaraan (Rivai, 1997). Dalam kamus konservasi sumber daya alam plasma nutfah (germ plasm) diartikan sebagai: (1) sumber daya genetik, (2) bahan (bakalan) di dalam setiap kelompok makhluk hidup yang merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam rangka menemukan varietas unggul yang baru (Dewobroto, 1995). Plasma Nutfah merupakan substansi yang mengatur perilaku kehidupan secara turun termurun, sehingga populasinya mempunyai sifat yang membedakan dari populasi yang lainnya. Perbedaan yang terjadi itu dapat dinyatakan, misalnya dalam ketahanan terhadap penyakit, bentuk fisik, daya adaptasi terhadap lingkungannya dan sebagainya.

Beberapa Undang-undang dan peraturan lain yang mengatur tentang kekayaan alam yang kaya dengan keanekaragaman hayati, yaitu: a) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967, b) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1986, c) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990, d) Peraturan pemerintah No. 64 Tahun 1957, e) Peraturan pemerintah No. 22 Tahun 1967, f) Peraturan pemerintah No. 21 Tahun 1970, g) Peraturan pemerintah No. Tahun 1970.

Strategi konservasi keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan pendekatan pemanfaatan, penelitian dan juga perlindungan. Perlindungan yang saling berkaitan yang juga tidak meninggalkan aspek manfaat dan penelitian didorong agar pemanfaatan dapat lestari dan berlanjut. Perlindungan dapat dijabarkan sebagai usaha pengelolaan, legislasi, perjanjian internasional, dan sebagainya. Dalam pemanfaatan sering direncanakan untuk program-program manfaat bagi masyarakat, berbagai komoditi perdagangan, wisata dan jasa ekowisata. Sedangkan pada penelitian meliputi penelitian dasar pada keragaman spesies, genetic, ekosistem, dan juga perilaku dan ekologi. Dengan strategi ini diharapkan akan bias terwujud pemanfaatan berkelanjutan dengan pertanian organik, terwujud konsensi konservasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pemanfaatan sumberdaya alam hayati secara lestari beserta ekosistemnya

Ada tiga aspek dalam sebuah pengelolaan sumber daya alam, yaitu eksplorasi, eksploitasi, dankonservasi. Untuk menciptakan sistem pengelolaan Sumber daya hayati yang partisipatif dan berbasis masyarakat maka ada beberapa komponen yang seyogyanya dapat dijadikan target pelaksanaan, yaitu:

Pola penguasaan sumber daya hayati (resource tenure)
Peningkatan kemampuan (capacity building)
Pelestarian lingkungan (environment conservation)

Pengembangan usaha berkelanjutan(sustainable livelihood development)

Krisis lingkungan yang sekarang kita rasakan akibatnya adalah karena kehidupan manusia sudah melebihi daya dukung lingkungan tempat kita hidup. Prinsip keberlanjutan ini meliputi: konservasi (conservation), pendaurulangan (recycling), penggunaan sumber daya yang dapat dibarukan (renewable resource use), pengendalian populasi (population control) dan restorasi (restoration). Prinsip keberlanjutan ini sebenarnya dapat kita pelajari dari alam secara langsung yaitu pada ekosistem alam.

Menurut Grumble, pengelolaan kawasan ekosistem dilakukan dengan memadukan berbagai pengetahuan ilmiah tentang proses-proses ekologi dalam kerangka sosial politik dan nilai-nilai yang kompleks dengan tujuan untuk melindungi integritas ekosistem lokal dan sinambung dalam jangka panjang. Grumble secara lebih jauh juga mengientifikasi 10 tugas dominan dalam pengelolaan ekosistem, yakni 1) Jenjang sistem keanekaragaman, 2) Pengetahuan batas ekologi, 3) Integritas ekologi, 4) Sistematika riset dan koleksi data, 5) Monitoring, 6) Manajemen adaptif, 7) Kerja sama antar sector, 8) Perubahan organisasi, 9) Manusia sebagai komponen ekosistem, dan 10) Nilai manusia dalam mencapai tujuan (Supriatna, 2008).

Selasa, 07 Juli 2015

On 14.09 by Unknown     No comments
Salam Lestari. . . .

Semua yang dibicarakan akan berlalu bersama angin tapi,semua yang tertulis akan berbuah abadi. #meskitakadayangabadi

https://www.youtube.com/watch?v=duzyaZv5REk&feature=youtu.be

tulisan edisi kali ini, admin mencoba mengingat kembali memori hampir satu tahun silam ketika berda dalam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Negara kita tercinta INDONESIA 17 Agustus 2014 yang kebetulan pada saat itu negara ini memasuki umur yang ke 69 yang di laksanakan di Gn.Papandayan Garut Jawa Barat.
masih teringat ketika moment itu,kami dari MAPALA STACIA dan MAPALA PTM yang tergabung di dalam RAYON III yaitu kampus yang berada di daerah BANTEN, JABODETABEK DAN JAWA BARAT sekitar ada 10 kampus ikut serta dalam acara kegiatan tersebut.
dan dalam kegiatan itu pun ada beberapa rangkaian yaitu penanaman pohon, diskusi lingkungan dan juga upacara bendera dengan mengibarkan bendera sepanjang 69 Meter. sungguh sesuatau hal yang fantastis melihat antusiasme dari para peserta rombongan dan juga rekan rekan pendaki yang lain. selain itu pula, upacara yang dilaksanakan sangatlah khidmat. upacara yang di pimpin oleh Fauzan dari Mapala STACIA dan pembina upacara oleh Budi Vermansyah dari MAPALA MAHESAselaku ketua RAYON III MAPALA PTM SI.



Harapan terbesar dari terlaksananya kegiatan ini adalah untuk terjalain nya siaturahmi antar sesama penggiat alam bebas, dan selain itu agar para pendaki pemula bisa mengerti dan tahu bagaimana caranya mendaki yang baik dan benar tanpa merusak ekosistem kelestarian alam di sekitar hutan. dan juga, terciptanya jiwa nasionalisme anak bangsa untuk bisa lebih mencintai alam negara beserta isinya sehingga dengan begitu dapat membangkitkan pemuda pemuda yang mampu berdaya saing dengan negara lain.

Wassalam...

KABID III HUMAS MAPALA STACIA.



Briefing Panitia



Start Sebelum Pendakian



Top'S MAN PENMAS



Penananaman



Hura - Hura